Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Jurnalistik Khusus

Politik Identitas: Perdebatan Akan Efektivitasnya dalam Pemilu 2024

  Link video:  Youtube Semakin mendekati pemilihan umum 2024, politik identitas menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Indonesia. Pertanyaan muncul apakah penggunaan politik identitas masih akan efektif dalam mendulang suara secara signifikan atau hanya menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.

Politik Identitas: Perdebatan yang Mewarnai Tahap Menuju Pemilihan Presiden 2024

  Indonesia adalah negara dengan keragaman agama tinggi dengan prinsip-prinsip kebhinekaan yang harus dijaga. Akan tetapi, dalam beberapa tahun terakhir, politik identitas terus menjadi perbincangan hangat. Terlebih lagi menjelang pemilihan presiden yang akan digelar pada tahun 2024 mendatang. Politik identitas mengacu pada agenda, aksi, dan aktivitas politik yang berdasarkan pada identitas kelompok seperti ras, agama, etnisitas, gender, orientasi seksual, atau karakteristik sosial lain. Mereka yang mendukung politik identitas beranggapan bahwa kelompok-kelompok ini harus diperhitungkan secara khusus dalam proses pembuatan kebijakan agar kepentingan dan hak-hak mereka dapat terwakili dengan baik. Perdebatan tentang politik identitas mencapai puncaknya dalam konteks pemilihan umum. Hal ini dapat dilihat dari berbagai pernyataan dan tindakan tokoh-tokoh politik yang lebih menonjolkan identitas kelompoknya dalam upaya untuk memperoleh dukungan massa. Beberapa kalangan menganggap...

Daun Mayana: Si Hijau Berkhasiat Penyedap Pa’piong

  Pa’piong, hidangan tradisional khas Toraja, Sulawesi Selatan merupakan menu daging babi yang diremas sebelum dimasukkan ke dalam bambu untuk dibakar. Meskipun banyak diminati, rumitnya proses pembuatan Pa’piong membuat menu ini tidak lumrah ditemui di warung-warung. Umumnya, Pa’piong hanya disajikan saat terdapat upacara adat masyarakat Toraja. Namun, jika ingin memakan menu ini di hari-hari biasa, terdapat satu warung di Kabupaten Toraja Utara yang menawarkan menu ini. Warung yang berdiri di pinggir jalan tersebut tak sulit ditemukan. Hanya perlu berjalan kaki selama empat menit jika kebetulan sedang bersantai di Alun-alun Kota Rantepao. Pada bagian depan warung terdapat spanduk biru cerah bertuliskan “ Warung Pong Buri’ ”. Warna yang tampak kontras dengan kayu coklat di bagian depan warung membuat spanduk tampak jelas meski dari kejauhan. Siang itu saat berkunjung setelah jam istirahat kantor, tampak beberapa pekerja yang melakukan aktivitas di bagian depan warung. Salah ...

Ke'te Kesu Kembali Dipadati Pengunjung

  Link video:  Youtube Naskah voice over: Ke'te kesu, tempat wisata di kabupaten toraja utara kembali dipadati pengunjung usai ditutup saat pandemi. Dalam sehari kete kesu bisa mendapat setidaknya 200 pengunjung mulai dari turis lokal hingga mancanegara. Saat hari libur seperti lebaran idul fitri dan natal, pengunjung bahkan dapat mencapai 2000 orang. Menjadi tempat wisata yang lekat dengan seni dan budayanya, alasan para pengunjung datang pun sangat bervariasi. Untuk masuk ke tempat wisata ini hanya perlu mengeluarkan uang sebesar 15.000 rupiah jika kamu adalah turis lokal. Sedangkan, untuk turis mancanegara perlu mengeluarkan uang sebesar 30.000 rupiah.

Upaya Penenun Toraja Bangkit dari Pandemi

  Link video:   Youtube Naskah voice over: Suku Toraja merupakan salah satu suku di Indonesia yang memiliki budaya menenun. Kainnya dapat kamu jumpai di pasar dan toko suvenir di Rantepao, ibu kota Toraja Utara. Namun, jika tertarik membeli kain tersebut langsung dari perajinnya, kamu bisa menyambangi Sa’dan To’barana.  Di era yang sudah modern ini, mereka masih menggunakan alat tradisional dan bahan alami dalam membuat kain tenun. Sebagai pusat pertenunan, tenun yang dibuat oleh para keluarga penenun di sini akan dibawa ke To'barana untuk dipasarkan. Kain tenun yang sudah diolah menjadi produk seperti baju atau celana pun beberapa di antaranya dijual satu set. Sebelum pandemi, objek wisata ini ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara. Namun, beginilah kondisi pusat pertenunan To'barana ketika para mahasiswa jurnalistik universitas hasanuddin berkunjung dalam rangka kuliah lapangan. Berakhirnya pandemi, tak membuat desa ini seketika ramai seperti sebelumnya. ...

Mempertanyakan Keberadaan Penenun di Pusat Tenun Khas Toraja, Sa’dan To’barana

  Sa’dan To’barana, salah satu kampung di Kabupaten Toraja Utara yang sebagian besar warganya aktif bertenun. Di era yang sudah modern dan serba instan, mereka masih menggunakan alat tradisional dan pewarnaan alami dalam membuat kain tenun. Keunikan tersebut membuat tempat ini populer dan berbagai informasi tentangnya dapat dengan mudah dicari di internet. Namun, saat berkunjung hanya ada toko-toko yang sepi tanpa penenun dan pengunjung. Setelah beberapa saat melewati gapura dengan tulisan Tongkonan Puang Ponglabba To’barana’ Sa’dan, mobil yang membawa mahasiswa jurnalistik dari Universitas Hasanuddin berhenti di depan sebuah toko. Ukurannya tidak terlalu besar. Namun, ruang di dalamnya tampak lenggang. Kain tenun dengan berbagai warna tertata rapi di depan dinding toko yang terbuat dari kayu. Tidak jauh dari kain-kain tersebut terdapat alat tenun tradisional berukuran besar yang masih digunakan untuk membuat kain tenun hingga saat ini. Sedangkan, di bagian tengah toko tergantung...