Skip to main content

Upaya Penenun Toraja Bangkit dari Pandemi

 


Link video: Youtube


Naskah voice over:

Suku Toraja merupakan salah satu suku di Indonesia yang memiliki budaya menenun. Kainnya dapat kamu jumpai di pasar dan toko suvenir di Rantepao, ibu kota Toraja Utara. Namun, jika tertarik membeli kain tersebut langsung dari perajinnya, kamu bisa menyambangi Sa’dan To’barana. 

Di era yang sudah modern ini, mereka masih menggunakan alat tradisional dan bahan alami dalam membuat kain tenun.

Sebagai pusat pertenunan, tenun yang dibuat oleh para keluarga penenun di sini akan dibawa ke To'barana untuk dipasarkan. Kain tenun yang sudah diolah menjadi produk seperti baju atau celana pun beberapa di antaranya dijual satu set.

Sebelum pandemi, objek wisata ini ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara. Namun, beginilah kondisi pusat pertenunan To'barana ketika para mahasiswa jurnalistik universitas hasanuddin berkunjung dalam rangka kuliah lapangan. Berakhirnya pandemi, tak membuat desa ini seketika ramai seperti sebelumnya.

Penenun pada akhirnya memasarkan kain-kain tersebut secara online untuk mengundang lebih banyak pembeli.

Untuk kalian yang sedang mencari kain tenun sambil belajar seni dan budaya bisa berkunjung ke To'barana. Kalian juga bisa membantu mempromosikan kain tenun kebanggaan Indonesia ini.

Dari Sa'dan To'barana, Kabupaten Toraja Utara, saya Andi Rosnaeni melaporkan.

Comments

Popular posts from this blog

Andi Rosnaeni

Halo, saya Andi Rosnaeni, seorang mahasiswi dari Universitas Hasanuddin jurusan Ilmu Komunikasi. Saya akrab dipanggil dengan sebutan Aini oleh teman-teman. Saya senang membaca, memiliki keterampilan menulis yang baik, serta memiliki semangat yang tinggi dalam mempelajari hal-hal baru. Sebagai mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi, saya memiliki bakat dalam mengolah suatu informasi menjadi berita atau konten-konten sosial media untuk disajikan kepada masyarakat. Selama berkuliah, saya tergabung dalam Biro Penerbitan Baruga Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi, aktif menuangkan tulisan-tulisan saya untuk website Baruga, dan terlibat dalam pembuatan majalah Baruga. Pengalaman saya menjadi content writer selama enam bulan untuk Instagram ps ycho.square dan magang selama dua bulan membuat artikel lifestyle untuk website media Keker Fajar juga membantu meningkatkan keterampilan saya di bidang ini. Saya juga pernah menuangkan kekhawatiran terhadap pendidikan di Indonesia dalam bentuk tulisan berjud...

Daun Mayana: Si Hijau Berkhasiat Penyedap Pa’piong

  Pa’piong, hidangan tradisional khas Toraja, Sulawesi Selatan merupakan menu daging babi yang diremas sebelum dimasukkan ke dalam bambu untuk dibakar. Meskipun banyak diminati, rumitnya proses pembuatan Pa’piong membuat menu ini tidak lumrah ditemui di warung-warung. Umumnya, Pa’piong hanya disajikan saat terdapat upacara adat masyarakat Toraja. Namun, jika ingin memakan menu ini di hari-hari biasa, terdapat satu warung di Kabupaten Toraja Utara yang menawarkan menu ini. Warung yang berdiri di pinggir jalan tersebut tak sulit ditemukan. Hanya perlu berjalan kaki selama empat menit jika kebetulan sedang bersantai di Alun-alun Kota Rantepao. Pada bagian depan warung terdapat spanduk biru cerah bertuliskan “ Warung Pong Buri’ ”. Warna yang tampak kontras dengan kayu coklat di bagian depan warung membuat spanduk tampak jelas meski dari kejauhan. Siang itu saat berkunjung setelah jam istirahat kantor, tampak beberapa pekerja yang melakukan aktivitas di bagian depan warung. Salah ...

Ke'te Kesu Kembali Dipadati Pengunjung

  Link video:  Youtube Naskah voice over: Ke'te kesu, tempat wisata di kabupaten toraja utara kembali dipadati pengunjung usai ditutup saat pandemi. Dalam sehari kete kesu bisa mendapat setidaknya 200 pengunjung mulai dari turis lokal hingga mancanegara. Saat hari libur seperti lebaran idul fitri dan natal, pengunjung bahkan dapat mencapai 2000 orang. Menjadi tempat wisata yang lekat dengan seni dan budayanya, alasan para pengunjung datang pun sangat bervariasi. Untuk masuk ke tempat wisata ini hanya perlu mengeluarkan uang sebesar 15.000 rupiah jika kamu adalah turis lokal. Sedangkan, untuk turis mancanegara perlu mengeluarkan uang sebesar 30.000 rupiah.