Skip to main content

Pekan Sima'an Al-qur'an SD Islam Athirah Boarding School Makassar



SD Islam Athirah Boarding School Makassar mengadakan Pekan Sima’an Al-qur’an, pertama kali sejak pandemi. Setelah berlangsung selama lima hari, penutupan kegiatan tersebut diadakan pada Jum’at (16/12/2022) mulai pukul 15.30 WITA bertempat di SD Islam Athirah Racing Centre Makassar.

“Pekan Simaan Al-qur’an adalah program evaluasi seluruh hafalan yang sudah dicapai oleh anak-anak selama satu semester. Semua yang mencapai target hafalan yaitu minimal 1 juz per semester, akan diuji oleh Koordinator Al-qur’an. Jika lulus tes, mereka diminta naik ke atas panggung untuk mengaji dan menghafal Alqur’an sesuai hafalannya. Selain disimak oleh beberapa teman mereka sendiri yang ditunjuk, Pekan Sima’an Alqur’an  tersebut juga berlangsung secara live di youtube, facebook, dan Instagram sekolah,” tutur Kepala Sekolah SD Islam Athirah Boarding School Makassar, Dr. Juhri S.S., M.Hum.

Kali ini, kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peserta yang merupakan perwakilan dari kelas 1 hingga kelas 6. “Kalau Sima’an biasanya diikuti per kelas. Tiap kelas ada yang mewakili karena targetnya ada 3 kategori. Ada yang 1 juz yaitu juz 30, ada yang dua juz yaitu juz 29 dan 30, lalu ada yang tiga juz yaitu juz 28, 29, dan 30” ucap Hilman Maulana selaku ketua pantia acara ini.

Penutupan Pekan Sima’an Al-qur’an tersebut dibuka dengan lantunan Ayat Suci Al-qur’an oleh salah satu murid yaitu Abdillah. Setelah itu, para siswa dan siswi memberikan penampilan seperti pembacaan Sholawat. Sebelum pembacaan doa untuk menutup acara, terdapat pengumuman peserta terbaik di antara murid-murid yang mengikuti Pekan Simaan Al-qur’an. 

Acara yang menurut Hilman masih jarang dilakukan oleh SD Makassar ini tidak hanya dihadiri oleh para peserta Sima’an Al-qur’an. Pihak sekolah turut mengundang seluruh anggota keluarga para Peserta Sima’an. Ustadz Juhri sendiri mengatakan bahwa para keluarga yang hadir tampak antusias melihat anak-anaknya tampil di depan umum. Sebagai Kepala Sekolah, Juhri juga menuturkan keinginannya untuk mereka yang sejak SD sudah tinggal di asrama tersebut agar dapat menjadi hafiz Al-qur’an. 



Link website: Keker Fajar

Comments

Popular posts from this blog

Andi Rosnaeni

Halo, saya Andi Rosnaeni, seorang mahasiswi dari Universitas Hasanuddin jurusan Ilmu Komunikasi. Saya akrab dipanggil dengan sebutan Aini oleh teman-teman. Saya senang membaca, memiliki keterampilan menulis yang baik, serta memiliki semangat yang tinggi dalam mempelajari hal-hal baru. Sebagai mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi, saya memiliki bakat dalam mengolah suatu informasi menjadi berita atau konten-konten sosial media untuk disajikan kepada masyarakat. Selama berkuliah, saya tergabung dalam Biro Penerbitan Baruga Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi, aktif menuangkan tulisan-tulisan saya untuk website Baruga, dan terlibat dalam pembuatan majalah Baruga. Pengalaman saya menjadi content writer selama enam bulan untuk Instagram ps ycho.square dan magang selama dua bulan membuat artikel lifestyle untuk website media Keker Fajar juga membantu meningkatkan keterampilan saya di bidang ini. Saya juga pernah menuangkan kekhawatiran terhadap pendidikan di Indonesia dalam bentuk tulisan berjud...

Daun Mayana: Si Hijau Berkhasiat Penyedap Pa’piong

  Pa’piong, hidangan tradisional khas Toraja, Sulawesi Selatan merupakan menu daging babi yang diremas sebelum dimasukkan ke dalam bambu untuk dibakar. Meskipun banyak diminati, rumitnya proses pembuatan Pa’piong membuat menu ini tidak lumrah ditemui di warung-warung. Umumnya, Pa’piong hanya disajikan saat terdapat upacara adat masyarakat Toraja. Namun, jika ingin memakan menu ini di hari-hari biasa, terdapat satu warung di Kabupaten Toraja Utara yang menawarkan menu ini. Warung yang berdiri di pinggir jalan tersebut tak sulit ditemukan. Hanya perlu berjalan kaki selama empat menit jika kebetulan sedang bersantai di Alun-alun Kota Rantepao. Pada bagian depan warung terdapat spanduk biru cerah bertuliskan “ Warung Pong Buri’ ”. Warna yang tampak kontras dengan kayu coklat di bagian depan warung membuat spanduk tampak jelas meski dari kejauhan. Siang itu saat berkunjung setelah jam istirahat kantor, tampak beberapa pekerja yang melakukan aktivitas di bagian depan warung. Salah ...

Ke'te Kesu Kembali Dipadati Pengunjung

  Link video:  Youtube Naskah voice over: Ke'te kesu, tempat wisata di kabupaten toraja utara kembali dipadati pengunjung usai ditutup saat pandemi. Dalam sehari kete kesu bisa mendapat setidaknya 200 pengunjung mulai dari turis lokal hingga mancanegara. Saat hari libur seperti lebaran idul fitri dan natal, pengunjung bahkan dapat mencapai 2000 orang. Menjadi tempat wisata yang lekat dengan seni dan budayanya, alasan para pengunjung datang pun sangat bervariasi. Untuk masuk ke tempat wisata ini hanya perlu mengeluarkan uang sebesar 15.000 rupiah jika kamu adalah turis lokal. Sedangkan, untuk turis mancanegara perlu mengeluarkan uang sebesar 30.000 rupiah.